Menteri Pertanian Anton Apriyantono mengatakan, secara ekonomis buah manggis belum dapat dimanfaatkan secara optimal di Indonesia, padahal potensi ekonominya sangat tinggi. Dalam sambutan yang dibacakan Dirjen Hortikultura Ahmad Dimyati pada Workshop Pengembangan Agroindustri Manggis di Universitas Padjajaran, disebutkan di Amerika Serikat buah manggis tidak hanya dimanfaatkan sebagai konsumsi buah segar. Namun dengan pengembangan teknologi dapat memanfaatkan ekstrak cangkang buah manggis sebagai bahan baku kosmetik dan vitamin. Sementara di RRC (Republik Rakyat China), Taiwan maupun Singapura permintaan terhadap buah manggis sangat tinggi untuk konsumsi sebagai buah yang bernilai tinggi dan diolah bagi kepentingan industri. Untuk meningkatkan nilai tambah ekspor manggis, ke depan diharapkan diekspor dalam bentuk segar namun dengan sentuhan teknologi pasca panen yang baik. Selain itu, bagian kulit cangkang buah manggis diolah menjadi ekstrak bahan farmasi dan zat pewarna atau dikeringkan untuk dibuat tepung dan diolah sebagai bahan baku obat-obatan, sedangkan daging buah manggis diolah menjadi sirup, cocktail, jus dan agar-agar. Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (P2HP) Deptan Zaenal Bachruddin mengatakan, pada tahun 2007 ekspor manggis Indonesia mencapai 9.093 ton atau 15 persen dari produksi nasional dengan nilai 4,95 juta dolar AS. Pasar ekspor utama manggis Indonesia, katanya dalam sambutan yang dibacakan Direktur Pemasaran Internasional Ditjen P2HP, Suryadi Abdul Munir, yakni Hong Kong, China, Singapura, Malaysia dan Timur Tengah.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Lanjutkan Farochi!!
BalasHapuslanjutkan rochi
BalasHapus